MITIGASI BENCANA MELALUI TEKNIK KONSERVASI TANAH
DENGAN PENANAMAN RUMPUT VETIVER
(Chrysopogon zizanioides L Roberty)
(Materi Penyuluhan Siaran Radio Suara Pamekasan 96.6 FM - 05/02/2020)
DENGAN PENANAMAN RUMPUT VETIVER
(Chrysopogon zizanioides L Roberty)
(Materi Penyuluhan Siaran Radio Suara Pamekasan 96.6 FM - 05/02/2020)
Oleh : A Katri Atmodjo
Potensi bencana alam di awal musim hujan dimana
tanah yang lama kering dan diguyur hujan secara terus-menerus, sangatlah rentan
mengalami pergerakan dan pergeseran ysng berakibat terjadinya erosi/longsor. Ditunjang
pula dengan minimnya vegetasi yang berakibat kurangnya sistem perakaran akan membuat
daya ikat penahan struktur tanah menjadi lemah. Hal ini dapat kita lihat
melalui berita-berita tentang banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa
tempat di wilayah Madura baik itu Sampang, Pamekasan maupaun Sumenep.
Pelaksanaan Penyuluhan secara On Air
Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep yang
merupakan instansi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan sektor kehutanan
di Wilayah Madura telah melakukan upaya-upaya preventif terkait mitigasi
bencana erosi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Selain melalui kegiatan-kegiatan
rehabilitasi dan konservasi CDK Wilayah Sumenep juga melakukan kegiatan
penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya tindakan pencegahan terjadinya
bencana erosi sejak dini. Maka dari itu pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2020,
CDK Wilayah Sumenep melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Masyarakat A. Katri Atmodjo didampingi
oleh Yadi salah satu Penyuluh Kehutanan Ahli Madya melakukan program penyuluhan kehutanan kepada masyarakat secara
on air melalui Siaran Radio Suara
Pamekasan Indah 96.6 FM dengan tema “ Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air
Melalui Penanaman Vetiver sebagai Mitigasi Bencana”. Pemilihan tema tentang rumput vetiver
/ akar wangi (Chrysopogon zizanioides L Roberty) ini dilatarbelakangi oleh terjadinya
proses erosi yang sangat akut di daerah hulu dan hulu tengah pada saat banjir
yang ditengarai dengan keruhnya air
sungai di daerah hilir oleh endapan-endapan sedimentasi. Kegiatan penyuluhan
melalui Siaran Radio ini mampu menjangkau seluruh masyarakat pelosok baik dalam
maupun luar daerah sehingga diharapkan lebih efektif menerima informasi yang
disampaikan.
Kemampuan rumput vetiver (Chrysopogon
zizanioides L Roberty) sebagai
pilihan utama sebagai tanaman konservasi pertama kali dilakukan oleh Bank Dunia
(World Bank) di India pada pertengahan tahun 1980. Rumput vetiver ini sangat
direkomendasikan untuk ditanam di area-area dengan kemiringan ekstrim yang
rawan erosi seperti dinding kanan kiri jalan tol, bibir sungai serta daerah
bekas tambang karena memiliki system perakaran yang luar biasa yaitu mencapai 3-5
meter dan memiliki kemampuan yang setara dengan 1/6 kekuatan baja dengan
diameter yang sama yaitu mencapai 75 megapaskal (Sumber : Ketua Kelompok Teknologi Perlindungan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) T. Sembiring). Maka tidak salah jika tanaman rumput
vetiver ini disebut juga sebagai miracle
grass.
Kelebihan lain dari rumput vetiver ini adalah
mampu tumbuh dengan baik pada lahan berat (tanah bertekstur lempung/liat) yang
bersifat asam, mengandung Mangan dan Alumunium, tanah bersalinitas tinggi
banyak Natrium, bahkan mampu hidup pada tanah yang mengandung logam berat
seperti As, Cd, Cr, Pb, Hg, Ni, Zn dan Se. (Sumber
: Pedoman Teknis Rumpur Vetiver Kemen PU)
Presiden RI Ir H Joko Widodo




Tidak ada komentar:
Posting Komentar